SUBHANALLAH

Menikmati keindahan ciptaan Ilahi di Sharm El Sheikh

ALHAMDULILLAH

"seringkali kita melakukan dosa, bertaubatlah selagi bernyawa di dunia ini"

LAILAHAILLAH

"sollu alan Nabi Muhammad SAW"

ALLAHUAKBAR

"Merdeka pada hati jiwa itu lagi bermakna"

ASTAGHFIRULLAH

"Harimu adalah hari ini"

Wednesday, February 29, 2012

PERINGATAN BAGI ORANG YANG BERIMAN

Assalamualaikum pembuka bicara agar 
berkat ke akhir kalam
Insyallah


Kita sering merasakan..
Diri kita sudah cukup baik.

Sudah cukup sempurna..
"perfect"..
Semua benda betul.

Benarkah "rasa-rasa" ini?

oh, tidak..

Mana ada manusia yang sempurna di bumi ini..
tak ada yang sempurna melainkan Nabi Muhammad S.A.W.,
Rasul contoh buat umat manusia.

Mana boleh kita merasakan kita sudah cukup baik,
sedangkan manusia itu tidak pernah terlepas dari dosa.

Kita mengatakan

"orang jahat yang perlu
berhijrah menjadi baik..

Kita orang baik, apa perlu berhijrah lagi?"

Pandangan itu sangat-sangatlah salah.

Kalau benar kamu sudah baik,
buktikan yang kamu tidak pernah terlepas
dari melakukan dosa!

boleh atau tidak?

oh, mana boleh..

mana boleh kamu berasa selesa..

kamu rasa selesa dengan diri kamu?
Perasaan selesa itulah sebenarnya yang akan
menghakis "baik"nya kamu..
percayalah.


MANUSIA AKAN SALING MENYALAHKAN

Allah berfirman, “Masuklah kamu ke dalam api neraka bersama golongan jin dan manusia yang telah lebih dahulu masuk dari kamu. Setiap kali satu umat masuk, dia melaknat saudaranya, sehingga apabila mereka telah masuk semuanya, berkatalah orang yang (masuk) belakangan kepada orang yang (masuk) terlebih dahulu, “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami. Datangkanlah siksaan api neraka yang berlipat ganda kepada mereka”, Allah berfirman “masing-masing mendapatkan (siksaan) yabg berlipat ganda, tetapi kamu tidak mengetahui” 39. Dan orang-orang yang terlebih dahulu (masuk) berkata kepada orang-orang yang (mausk) kemudian, “kamu tidak mempunyai kelebihan sedikitpun ke atas kami. Maka rasakanlah azab itu kerana perbuatan yang telah kamu lakukan,” (Al-A’raf7:38-39)

TUGAS NABI-NABI SUDAH SELESAI

 Sungguh, kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan engkau tidak akan diminta (dipertanggungjawabkan) tentang penghuni-penghuni neraka (Al-Baqarah2:119)
165. Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Mahaperkasa, Mahabijiksana. (An-Nisa’4:165)

TUJUAN HIDUP SEORANG MANUSIA

1. ABID



Maka apakah kamu mengira bahawa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada tujuan) dan bahawa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (Al-Mu’minun23:115)
56. Tidak Aku (Allah) menjadikan jin dan manusia selain untuk berIBADAH kepada-Ku (Az-Zariyat51:56)
161. Katakanlah (Muhammad), “sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya kerana ALLAH, Tuhan sekalian alam. 162. Tidak ada sekutu bagiNya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim) (Al-An’am6:162-162)

2. KHALIFAH



 Dan berkatalah TuhanMu kepada para Malaikat, “Sesungguhnya Aku ingin menjadikan di bumi KHALIFAH” Mereka (malaikat) berkata: “Adakah Engkau ingin menjadikan orang yang merosak dan menumpahkan darah di sana? Sedangkan kami sentiasa bertasbih dan dan memujiMU dan menyucikan namaMU?”, Berfirman (Allah): “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (Al-Baqarah2:30)

Dan Dialah (Allah) yang menjadikan kamu KHALIFAH-KHALIFAH di bumi dan mengangkat (darjat) sebahagian kamu atas sebahagian yang lain, untuk mengujimu atas (kurnia) yang diberikanNya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat member hukuman dan sugguh, Dia maha pengampun maha penyayang (Al-An’am165)

TUGAS KHALIFAH

sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-ganang, tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu kerana mereka khuatir tidak dapat melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh. (Al-Ahzab33:72)
135.Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi kerana Allah walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapa atau kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya atau miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu kerana ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbelitkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah maha teliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan. (An-Nisa’4:135)

Wahai anakku! Laksanakanlah Solat dan suruhlah (manusia) berbuat yang ma’ruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah dengan apa yang menimpamu, dan sesungguhnya yang demikian itu termasuk (dalam) pekara yang penting. (Luqman31:17)
 Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. 105. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat. (Ali-‘Imran3:104-105)

Dan sungguh, inilah jalanKu yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertaqwa. (Al-An’am6:153)

.Katakanlah (Muhammad) “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku, mengajak kepada Allah dengan yakin, Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik” (Yusuf12:108)
 Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (kerana kamu) menyeru kepada ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namu kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (Ali-‘Imran3:110)

Apakah kamu mengira bahawa kamu akan masuk Syurga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu dan belum nyata orang-orang yang sabar. (Ali-‘Imran3:142)

KEEP ON SMILING EVERYONE
:)

Saturday, February 25, 2012

#Ow 2 $+uDy a$ prOfe$$!OnAl!$m

HOW TO STUDY AS PROFESSIONALISM

Assalamualaikum to all my beloved friends,

Firstly, how are you today? I hope that all of you will be fine. Congratulation to whom that’s got flying colour in the previous exam and for those who had got low marks DON’T BE SAD BECAUSE



AND


AND I HOPE AFTER THIS EACH OF US WILL


AND BEFORE TAWAKALTU ‘ALA ALLAH


WE MUST SET OUR GOAL BECAUSE


How to set our goal? Insha’Allah, today biznillah I want to show you the recipe of being success which is the professional development cycle. The professional development cycle explains the process of effectively planning, doing, recording and reviewing your development. So, friends what are you waiting for? Lets us see together the cycle. I hope that this beautiful cycle will help you in yours study.


Wednesday, February 22, 2012

Poetic Professional


Good day I bid my lovely mates,
I'm here not by chance, at any rate,
Today you'll be hearing a little poem of mine,
Which I cooked up nearly close to the deadline.


Holidays are ending fast,
I know some of us wish it would lasts;
Lo and behold, the new term is here,
Let's get ready with the college gear.





Of professionalism I'm here to speak,
A term which some may relate to 'geek';
Before you go rolling your eyes,
Why don't you dig deep, where the meaning lies.



Of Monday blues we all lament,
Having to iron the proper garment;
Dress code is made for a reason,
We'll both look and feel like profecient.





As students we have quality to preserve,
Punctuality, integrity, responsibility and all of the above,
Useful criteria in resume, even more in work field,
Work those attitudes now, don't let shyness be a shield.


Males and females, we're all mankind,
Mixing is inevitable, bear that in mind;
As true muslims and syababs in the modern era,
Surely we know the limits and lines we ought to draw.


'Busy' is never an alien word in med student life,
So be organized, 'cause, remember, time's like a knife,
It'll cut you if you don't cut them ,
Set your priority,'tis better to juggle than to jumble 'em.





Now for the deadly ammunition,
You got that right, it is communication,
Good skills crumble the walls between you and the society,
Handle improperly, you'll be a foreigner even in your own country.


Travel so far to seek knowledge,
So why not be dedicated to it;
Implore, strive, and be indulged with the learning,
Instead of just churning, memorizing and regurgitating.

Aren't the faculty doctors the best?
Work hard to make you understand of all the rest,
Mind your manners and be proactive,
Respect and appreciation to the teachers you'll give.





Hope I haven't been a bore,
But I'm pretty sure you wanted more,
For I've tire my mind,
Coming up with all these rhymes.

InsyaAllah we'll meet again,
Some place some time,
Another story to be told,
In a way that got your attention on hold.

A prayer sent to you all,
For the beginning of a new session,
With renewed spirit and rejoiced mind,
Let's take little step in the long journey
To perfection towards being a PROFESSIONAL.

Thursday, February 16, 2012

rindu pada biah solehah

   Sekali sekala teringatkan kenangan silam, pasti rindu juga datang menyapa. Bukan rindu pada peristiwa sahaja, malah rindu pada diri yang dahulunya.

Andai masa boleh dikembalikan, sudah tentu aku juga ingin kembali pada masa yang lalu. Kembali dan mengubah. Tidak ingin membiarkannya terpalit seperti yang aku sudah lakukan kini. Ah, begitulah manusia. Masa yang ada, jarang sekali disyukuri dan diperlakukan sebaiknya.

Hati Hana bermonolog sendirian.

“Assalamu’alaikum..Ha..buat apa ni?”Balqis mencelah.

“Wa’alaikumussalam, nothing la..Cuma terkenang diri yang dahulu..hurm..”Hana sedikit terkejut, lantas menjawab sapaan Balqis.

“Diri yang dahulu? Kenapa dengan yang sekarang? Lain ea? Haa…ana tahu! Sekarang ni kan..sekarang ni kan…dah semakin temban!!haha..”Balqis sempat mengusik.

“Amboi, ye la, ye la..sukanya dia..”Balas Hana. Riak mukanya berubah. Termenung..”
Tiba-tiba dia kembali bersuara,

“Enti, ana rindukan biah sekolah kita dahulu..sangat sangat. I feel that I am far from who I am before. Macam dah banyak berubah. Ana rindu biah solehah di bumi tarbiyah tu. Ana nak kembali ke sana. Nak sangat!”Hana melepaskan perasaan yang bersarang di hatinya. Dia benar-benar memaksudkannya.

“ Kenapa? Sekarang tak best ke? Campus life..”Balqis menyoal. Jauh di sudut hatinya, dia faham akan perasaan sahabatnya itu.

“Bukan masalah best ke tak..tapi keadaan sekeliling  yang banyak berubah. Dan ana sedar yang ana dah jauh banyak berubah. Dahulu kita kan sangat-sangat dijaga soal ikhtilat, apa tidaknya kelas banin dan banat semua diasingkan, jauh sekali berbicara atau ada sebarang interaksi. Hari-hari ada tazkirah dari ustaz-ustazah, jadual seharian di asrama, semuanya penuh dengan agenda membentuk diri dan mengingatkan tentang Allah.”
Hana terdiam..meninggalkan baki perkataannya.

Ana rindu pada biah solehah itu..

..tapi kini, ikhtilat tak terjaga..
..hati selalu terasa kekeringan, tak basah macam dulu..
..jadual harian yang ditentukan sendiri,dengan banyak lubang  yang memberi ruang pada perkara yang lagha.. Allah…Astaghfirullah.”Hana tidak dapat menahan sebak di dadanya. Tangan kanannya disapu cepat pada matanya, tidak ingin membiarkan lebih banyak air mata yang gugur mengalir.

“Kita di sekolah dahulu, kenapa sangat-sangat dijaga dalam persekitaran yang baik? mungkin sebabnya, adalah untuk mentarbiyahkan diri kita. Hidup dalam acuan selalu mengingati Allah, hidup di dalam bulatan syariat Islam, dan hidup dengan mereka-mereka yang menghidupkan kehidupan yang gayahnya adalah Allah. Dan for sure adalah untuk membentuk diri kita.”

“Kehidupan ni bukan selamanya kita harus mengikut dan terikut-ikut dengan suasana sekeliling. Biah solehah tu, perlu diwujudkan. Jika dahulu kita mengikut, jika dahulu kita dibentuk di dalamnya, sudah sampai masanya kita yang perlu menciptakannya.”

Hana terus mendengar. Diam, tidak bersuara.

“Hana, pernah dengar tak ni, “Orang yang hebat ialah orang yang tidak terpengaruh dengan persekitaran, tetapi adalah mereka yang mampu mengubah persekitaran mengikut acuan mereka.”

See..kita tak nak jadi orang yang terpengaruh, misalnya kalau biah tu baik, then kita akan jadi baik, tapi if biah tu kurang baik, then kita kena jadi tak baik jugak ke? No..of course not. Kalau biah tu kurang baik, yang perlu menjadikannya baik, adalah kita. Ana, enti malah semua orang yang berada di satu kawasan tu.
Balqis berhenti seketika, sempat menyedut dan melepaskan udara dua tiga kali juga sebelum menyambung bicaranya.

“Tahu je..keadaan dahulu dan sekarang dah jauh bezanya. Tapi, kat sinilah Allah nak mengajar kita. Bertuhankan Allah kan bila-bila dan di mana-mana sahaja? Bukan di sekolah je..dekat universiti, dekat rumah sendiri, dekat negara yang bukan Islam, dekat tempat yang tak ada orang ke, yes, anywhere.

“Betul, betul..betul sangat.”Hana mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju. Sedikit demi sedikit terukir senyuman di wajahnya.

“Ingat Hana, menjadi hamba Allah itu dimana-mana je kita berada, dan itulah kerja kita 24 hours per day, right? Bukan keadaan sekeliling  yang menjadikan seseorang itu hamba yang taat pada Allah tetapi adalah iman dan taqwa di hatinya. Biah tu faktor yang mendorong.” Balqis mengingatkan.

“Allah, I don’t have words to describe what I feel right know..Alhamdulillah, you give me this reminder through my lovely ukhti.

“Ya, ana akui, ana tak nampak semua tu. Ana selalu rasa khuatir dan risau andai ana berubah bila keadaan berubah, tetapi jarang sekali nak mempertahankan diri untuk tidak berubah. Apatah lagi nak mengubah apa yang dah berubah.” Hana pula berkata-kata.

Balqis menambah, “Biah yang solehah tu, bukan sendiri-sendirinya tercipta, tetapi perlu dicipta.”

“Ya, perlu dicipta dan direalitikan oleh manusia yang di dalamnya. Itulah sebabnya kita perlu saling ingat-memperingati dan saling berusaha untuk mengislahkan diri agar tertegakknya hak dan mewujudkan biah yang terpelihara.”

“Eh, enti tahu tak,campus kite kan sedang lancarkan Hari Biah Solehah! Jadi bukan sahaja mereka pihak atasan yang bertanggungjawab memastikan agenda ni berjaya, bahkan kitalah yang pertama sekali harus memainkan peranan itu.”

“Iye? Seriusly? Ok, rupanya ana extend cuti summer panjang sangat, sampai tertinggal dari tahu agenda best ni..aiwah, bestnye.. terkesan dengan ayat enti tadi, “menjadi hamba Allah itu dimana-mana sahaja”. Syukran.

“Sama-sama. “

“Bila di hati ada Allah, insya-Allah, di mana-mana pun kita akan sentiasa berusaha nak buat apa yang Allah suka. Bukan yang kita suka. :), insyaAllah, moga Allah beri kekuatan pada kite..sama-sama doakan ye.” Balqis menutup kata-katanya. Aisyah tersenyum lebar sambil menganggukkan kepalanya.
***************

mari mewujudkan biah solehah, islam kan cara hidup kita? :)
insya-Allah. 

picture: i luv islam by linselambe, deviant art.

picture: i luv islam.com.

p/s: maaf, sepatutnya, diberi taklifan postkan entry pada tarikh dalam tempoh winter break, tapi waktu tu smua org tngah brcuti kan.. :) cerita di atas adalah nukilan semata, tiada kaitan dengan yang masih hidup atau yang telah meninggalkan dunia. :P syukran.